Powered By Blogger

Selasa, 05 Februari 2013

Sang Kancil dengan Buaya


kancilPada zaman dahulu Sang Kancil merupakan binatang yang paling cerdik di dalam hutan. Banyak binatang di dalam hutan datang kepadanya untuk meminta pertolongan apabila mereka menghadapi masalah. Walaupun ia menjadi tempat tumpuan binatang-binatang di dalam hutan, tetapi ia tidak menunjukkan sikap yang sombong malah bersedia membantu kapan saja.
Suatu hari Sang Kancil berjalan-jalan di dalam hutan untuk mencari makanan. Karena makanan di sekitar kawasan kediamannya telah berkurang, Sang Kancil pergi untuk mencari di luar kawasan kediamannya. Cuaca pada hari itu, sangat panas dan terlalu lama berjalan, menyebabkan Sang Kancil kehausan. Lalu, ia berusaha mencari sungai terdekat. Setelah mengelilingi hutan akhirnya Kancil aliran sungai yang sangat jernih airnya. Tanpa membuang waktu, Sang Kancil minum sepuas-puasnya. Dinginnya air sungai itu menghilangkan rasa dahaga Sang Kancil.
crocodileKancil terus berjalan menyusuri tebing sungai. Apabila terasa capai, ia beristirahat sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang. Kancil berkata di dalam hatinya “Aku mesti bersabar jika ingin mendapat makanan yang lezat-lezat.” Setelah rasa capainya hilang, Sang Kancil kembali menyusuri tebing sungai tersebut sambil memakan dedaunan kegemarannya yang terdapat di sekitarnya. Ketika tiba di satu kawasan yang agak lapang, Sang Kancil memandang kebun buah-buahan yang sedang masak ranum di seberang sungai. “Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buah-buahan tersebut,” pikir Sang Kancil.
Sang Kancil terus berpikir mencari akal bagaimana cara menyeberangi sungai yang sangat dalam dan deras arusnya itu. Tiba-tiba Sang Kacil memandang Sang Buaya yang sedang asyik berjemur di tebing sungai. Sudah menjadi kebiasaan buaya, apabila hari panas buaya suka berjemur untuk mendapat cahaya matahari.Tanpa berlengah-lengah lagi kancil menghampiri buaya yang sedang berjemur lalu berkata,” Hai sahabatku Sang Buaya, apa kabarmu hari ini?” Buaya yang sedang asyik menikmati cahaya matahari membuka mata dan didapati Sang Kancil yang menegurnya. “Kabar baik sahabatku, Sang Kancil.” Sambung buaya lagi, “Apakah yang menyebabkan kamu datang ke mari?”
“Aku membawa kabar gembira untukmu,” jawab Sang Kancil. Mendengar kata-kata Sang Kancil, Sang Buaya tidak sabar lagi ingin mendengar khabar yang dibawa oleh Sang Kancil, lalu berkata, “Ceritakan kepadaku apakah yang hendak engkau sampaikan?”
Kancil berkata, “Aku diperintahkan oleh Raja Sulaiman supaya menghitung jumlah buaya yang terdapat di dalam sungai ini karena Raja Sulaiman ingin memberi hadiah kepada kamu semua.” Mendengar nama Raja Sulaiman saja sudah menakuti semua binatang karena Nabi Sulaiman telah diberi kebesaran oleh Allah untuk memerintah semua makhluk di muka bumi ini. “Baiklah, kamu tunggu di sini, aku akan turun ke dasar sungai untuk memanggil semua kawanku,” kata Sang Buaya. Sementara itu, Sang Kancil sudah berangan-angan untuk menikmati buah-buahan. Tidak lama kemudian, semua buaya yang berada di dasar sungai berkumpul di tebing sungai. Sang Kancil berkata “Hai buaya sekalian, aku telah diperintahkan oleh Nabi Saulaiman supaya menghitung jumlah kamu semua karena Nabi Sulaiman akan memberi hadiah yang istimewa pada hari ini.” Kata kancil lagi, “Berbarislah kamu merentasi sungai mulai dari tebing sebelah sini sampai ke tebing sebelah sana.”
Karena perintah tersebut datangnya dari Nabi Sulaiman, semua buaya segera berbaris tanpa membantah. Kata Buaya, “Sekarang hitunglah, kami sudah bersedia.” Sang Kancil mengambil sepotong kayu yang berada di situ lalu melompat ke atas buaya yang pertama di tepi sungai dan ia mulai menghitung dengan menyebut “Satu dua tiga lekuk, jantan betina aku ketuk,” sambil mengetuk kepala buaya hingga Kancil berjaya menyeberangi sungai. Ketika sampai ditebing seberang, Kancil terus melompat ke atas tebing sungai sambil bersorak gembira dan berkata, “Hai buaya-buaya sekalian, tahukah kamu bahwa aku telah menipu kamu semua dan tidak ada hadiah yang akan diberikan oleh Nabi Sulaiman.”
Mendengar kata-kata Sang Kancil semua buaya merasa marah dan malu karena mereka telah ditipu oleh kancil. Mereka bersumpah dan tidak akan melepaskan Sang Kancil apabila bertemu pada masa akan datang. Dendam buaya tersebut terus membara hingga hari ini. Sementara itu Sang Kancil terus melompat kegembiraan dan terus meninggalkan buaya-buaya tersebut dan menghilangkan di dalam kebun buah-buahan untuk menikmati buah-buahan yang sedang masak ranum itu


Perang Israel vs Palestina

ASAL MUASAL PERANG ISRAEL VS PALESTINA



Semua itu bisa d jelaskan kalau kmu tau sejarah Kaum Yahudi dan sejarah berdirinya
konflik ini adalah konflik berkepanjangan yg telah berlangsung selam 60 tahun lebih.

di tilik dari awal mula penyebab konflik, intinya adalah perebutan wilayah Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Israel adalah negara yg didirikan untuk kaum Yahudi.
Kaum Yahudi adalah kaum yang tidak memiliki tanah air dan tersebar d seluruh penjuru dunia.
Karena kasus Holocoust yg dialami kaum yahudi oleh Nazi Jerman, d putuskan memberikan tempat bagi kaum yahudi untuk bertempat tinggal.

Setelah melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 1948, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi mrk lebih memilih Palestina. Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong2 datang ke Palestina.

mengapa Palestina? sebenarnya konflik ini sangat berkaitan dg unsur Agama, para Yahudi, sangat ingin mengambil atao menempati Bukit Zion dan sekitarnya (daerah palestin, termasuk Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerussalem timur) yg dikeramatkan dan d percaya oleh mereka bahwa tempat itu tempat suci tuhan mereka.

Dg datangannya bangsa Yahudi ke Palestina scr besar2an, Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.
Berdasarkan perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.

Aksi Inggris selanjutnya memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina.
Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina.

Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit. Sejak 1918 hingga 1948, sekitar 600.000 orang Yahudi diperbolehkan menempati wilayah Palestina.
Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf Thol’at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel. Peristiwa itu terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi. Tahun 1977, terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir.

Akhirnya, terbentuklah HAMAS sebagai bentuk organisasi dari rakyat palestina yang ingin melepaskan wilayahnya dari kependudukan Israel dengan garis keras (mata d balas mata).
Jadi, pendek kata, Israel menyerang palestina untuk memperluas wilayahnya dan mendapatkan wilayah2 yg d inginkannya, termasuk Jalur Gaza.
dg alasan rohani (mengambil kembali daerah2 suci mrk) mereka menghalalkan segala cara biarpun harus membunuh orang2 tdk bersalah.

padahal, Yerussalem pun adalah kota suci bagi 3 agama, yakni Islam, Kristen dan Yahudi.
oleh para elite yahudi israel, kota suci ini d jadikan bagian dari negaranya. Padahal menurut PBB kota ini adalah Kota International karena memiliki kepentingan thdp beberapa agama.
Saat ini, bila kita ingin mengunjungi Yerusalem, sangat sulit karena d jaga ketat oleh Israel yg Merasa memilikinya

 sumber :  http://www.eryevolutions.co.cc/2010/06/asal-mula-pereng-israel-vs-palestina.html

Awal pemberantasan korupsi

 Darimanakah kita memulai pemberantasan korupsi? Pertanyaan ini mungkin terasa asing di tengah berbagai penangkapan dan proses peradilan koruptor-koruptor oleh KPK. Bukankah kita telah memiliki KPK yang sudah menunjukkan berbagai prestasi dengan menangkap dan memproses berbagai kasus korupsi. Bahkan KPK ingin menyiapkan penjara khusus koruptor. Tidak hanya itu, belakangan hangat diperbincangkan tentang pemiskinan terhadap para koruptor. Tak tanggung-tanggung beberapa elemen dan kelompok masyarakat mengajukan adanya hukuman mati atau tembak di tempat saat seseorang tertangkap basah melakukan korupsi.
Kalau begitu sekali lagi kita ulang pertanyaannya, darimanakah kita memulai pemberantasan korupsi? Pertanyaan ini tentu kedengaran menjadi sangat apatis ketika berbagai kasus korupsi di negeri ini banyak diungkap. Tetapi pertanyaan ini akan menjadi pertanyaan yang sangat relevan jika lebih dulu kita kembali bertanya, apakah dan siapakah koruptor itu? Pertanyaan apa dan siapa ini kiranya perlu kita urai lebih dulu untuk menjawab pertanyaan darimana yang kita ajukan di awal tadi.

Mari memulai sebuah contoh sederhana di lingkungan petani. Sekelompok orang yang membentuk kelompok tani berhak atas bantuan pertanian. Karena itu mereka mengadakan sebuah program bekerjasama dengan petugas penyuluh tani dan badan pengawas pertanian. Pertama, ketua kelompok tani harus memotong beberapa ratus ribu dari sejumlah uang yang menjadi hak setiap anggota kelompok tani sebagai imbalan jasa. Kedua, potongan ini demi pemberian kepada badan pengawas dan penyuluh yang telah membantu mencairkan dana kelompok tani.

Para pengawas dan penyuluh secara sengaja memotong dari setiap dana proyek ini karena mereka harus memberi kepada koordinator. Koordinator merasa wajib memberi kepada pejabat di badan/dinas. Kepala badan/ dinas harus mempunyai sumber-sumber pemasukan ini karena mereka harus memberi setoran kepada kepala daerah. Selain itu mereka juga harus mengelola berbagai dana secara fiktif karena mereka harus siap memberi kepada setiap LSM yang datang meliput ke kantor badan/dinas. Mereka juga harus mengelola keuangan secara "bijaksana" karena adanya setoran-setoran yang tidak tertulis kepada pimpinan yang lebih tinggi. Tentu kita dapat uraikan lebih jauh hingga ke pusat pemerintahan.

Mari kita ambil sebuah contoh di bidang lain. Kepala sekolah harus memotong sebahagian dana BOS yang diterimanya karena dia harus mengembalikan uangnya yang pernah diberikannya kepada kepala sekolah ketika dia dipilih sebagai kepala sekolah. Selain itu kepala sekolah bekerja sama dengan bendahara sekolah harus memotong berbagai tunjangan dan gaji guru untuk setoran-setoran tanda jasa kepada dinas pendidikan. Sebelum kita urai ke atas, kita tentu tahu darimana akhirnya guru mengembalikan uang yang seharusnya diperolehnya, yakni ke bawahnya. Kepala Dinas pendidikan harus mengelola dana-dana dengan "bijaksana" karena mereka harus memberikan setoran-setoran tidak tertulis kepada kepala daerah yang telah memilihnya. Selain itu mereka harus terus terjerat berbagai LSM yang sengaja datang untuk mendapat cipratan dana. Dan ke atas tentu kita dapat teruskan bagaimana dana-dana itu dapat cair hingga di pusat pemerintahan.

Pengertian sederhana dari "bijaksana" mengelola keuangan adalah dengan membuat penambahan-penambahan harga barang dalam pengadaan barang. Maka tidak heran jika dalam sebuah laporan kita dapat melihat harga sebuah print yang seyogyanya 450 ribu menjadi 3 hingga 4 juta per unit di sebuah kantor pemerintahan.

Kalau begitu apa itu korupsi dan siapakah itu koruptor. Korupsi sudah menjadi sebuah dosa yang terstruktur dan sistematis. Kondisi masyarakat yang kian pragmatis individualis sesungguhnya hanya sedang menunggu kesempatan untuk pada akhirnya dapat melakukan korupsi. Pola hidup konsumtif dan hedonis telah memaksa masyarakat untuk mendapat uang sebanyak-banyaknya tanpa dikuti kerja keras. Telah menjadi lazim dan lumrah bahwa pejabat negara itu kaya. Maka tidak heran banyak masyarakat yang sangat kecewa karena tidak adanya penerimaan CPNS. CPNS menjadi salah satu cara termudah untuk menaikkan taraf hidup. Menjadi PNS menjadi kesempatan untuk tidak banyak pekerjaan gaji terjamin dan sedapat mungkin menjadi pejabat untuk mendapat berbagai kesempatan mengelola proyek.

Menaikkan Gaji

Pemerintah dengan alasan pencegahan korupsi menaikkan gaji para pegawai setinggi-tingginya tanpa adanya evaluasi kinerja. Bahkan seorang kepala BUMN merasa berhak mendapat gaji yang sedemikian tinggi yang diambil dari pajak pendapatan masyarakat yang hanya cukup makan setiap harinya. Badan pengawas seakan menjadi ladang basah karena para pengawas berkesempatan mendapat sapi-sapi perahan dari dinas-dinas di pemerintahan. Dinas pengawasan menjadi lahan basah karena berkesempatan mendapat sapi-sapi perahan di sektor-sektor swasta.

Apakah itu korupsi dan siapakah itu koruptor? Mari melihat secara nyata dan menyeluruh. Dengan demikian kita masih relevan bertanya darimanakah kita memulai pemberantasan korupsi. Penangkapan koruptor oleh KPK dan proses hukum oleh pengadilan Tipikor tidak serta merta menjadi sebuah jawaban bagi pemberantasan korupsi. Beberapa kasus yang di ungkap oleh KPK tidak ubahnya sebagai gincu penegakan hukum di Indonesia.

Pemberantasan korupsi belum menyentuh kepada itikad baik penyelenggara negara untuk menaikkan moral dan martabat bangsa. Hal ini dapat kita lihat beberapa kasus yang terkuak hanya berakhir pada pemeran tambahan bukan aktor utama. KPK nampaknya belum mampu mengungkap kasus-kasus korupsi secara menyeluruh dan membongkar tindakan korupsi yang sistemik. KPK masih hanya sebatas mengungkap kasuistik atau personal. Sehingga seorang yang mencoba meniup pluit seperti Susno segera menjadi tersangka dan di hukum hingga berbagai dugaan kasus yang dicoba di dengungkannya hilang entah ke mana.

Korupsi yang terstruktur dan sistemik tidak dapat diselesaikan dengan pengungkapan berbagai kasus secra kasuistik dan personal. Pengungkapan tindak korupsi secara kasuistik dan personal hanya akan mengaminkan kemerosotan moral bangsa yang secara perlahan tapi pasti akan mengubur bangsa ini sebagai bangsa yang lumpuh. Jika KPK masih terus mengungkap berbagai kasus korupsi sebatas kasuistik atau personal tidak sampai kepada sistem maka KPK sedang membangun payung perlindungan korupsi yang secara merata.

Darimanakah kita memulai pemberantasan korupsi? Pertanyaan ini bukan hanya kita ajukan bagi pemerintah selaku penyelenggara negara tetapi juga bagi kita. Sebagai langkah konkrit maka yang pertama dapat dimulai dari keluarga-keluarga. Pendidikan keluarga akan sangat efektif melahirkan orang-orang yang idealis.

Mereka akan menjadi masyarakat yang bersih sehingga dengan lantang dapat menyuarakan kebenaran. Tentu juga akan lebih efektif jika pemberantasan korupsi di mulai dari tindak tegas pemimpin negara.

Nampaknya para elit politik dan para pemimpin negara menjadi susah bergerak dan bertindak memberantas korupsi karena terlanjur terlibat dalam transaksi politik yang sarat korupsi.

Karenanya bagi pemimpin-pemimpin dan elit yang masih ideal dan sungguh-sungguh bekerja dengan integritas harus berani menyuarakan kebenaran dengan demikian masyarakat akan semakin mengenal siapakah kelak pemimpin yang layak memimpin bangsa ini menjadi bangsa yang beradab dan menjadi pusat peradaban dunia bagi pembangunan moralitas manusia. ***

Protes pembangunan masjid di inggris

Khawatir Macet, Warga Crawley Inggris Protes Pembangunan Masjid

Jumat, 14 Oktober 2011, 15:19 WIB
Salah satu masjid di Crawley, West Sussex, Inggris
REPUBLIKA.CO.ID, WEST SUSSEX,INGGRID - Warga di Crawley, West Sussex, Inggris memprotes pembangunan masjid di Langley Green. Mereka khawatir semakin banyak orang yang memadati  wilayah Langley Green yang sudah kian padat, dan mengakibatkan kemacetan.

Apalagi jika umat Islam mendatangi tempat itu lima kali sehari untuk beribadah. Sekitar 200 warga menandatangani petisi yang menyatakan kekhawatiran mereka.

Warga berpikir tak perlu lagi mendirikan masjid di Crawley karena kehadiran Islam yang berbasis di Broadfield, wilayah lain di West Sussex, sudah cukup tinggi.

Sembari menunggu masjid ini selesai dibangun, Pusat masjid dan budaya Islam Crawley (CICCM) mengajukan untuk menjadikan pusat perkumpulan remaja di Lark Rise sebagai masjid darurat.

Masjid Langley Green yang sedang dibangun, terletak di ujung Martyr Avenue, sekitar 10 menit berjalan kaki dari Lark Rise. Pintu masuk masjid ini tak terlihat oleh pejalanan kaki. 

CICCM mengusulakan untuk membongkar masjid yang sudah ada ini, dan membangun lagi dengan gaya yang lebih tradisional. Usulan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kehadiran Islam di  Langley Green dan Crawley.

Belum ada pernyataan resmi dari Dewan di Crawley, kemana para remaja ini akan ‘mengungsi’ ketika markas mereka digunakan sebagai masjid. Masyarakat menduga, pemuda ini akan dipindahkan ke dekat Stagelands, tapi belum ada kepastian kapan itu akan dilakukan.

negeri seberang kita

Protes di Tepi Barat

Sabtu, 02 Februari 2013, 22:00 WIB
Pemukiman Yahudi di Tepi Barat Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT -- Warga dan pegiat Palestina pada Sabtu meninggalkan secara damai kamp baru dekat desa Tepi Barat, setelah usaha ketiga protes terhadap permukiman Yahudi.

Saksi mengatakan tentara menggunakan gas airmata dan tindakan keras untuk mengusir ratusan orang, yang mendirikan empat kamp sementara dan tiga tenda di dekat Burin, selatan Nablus di Tepi Barat bagian utara.

Koresponden itu menambahkan bahwa para wartawan juga secara damai meninggalkan lokasi itu. Ia mengatakan tentara melakukan penahanan, tetapi tidak tahu apakah ada yang cedera.

Seorang juru bicara militer tidak tahu mengenai pengusira itu, tetapi mengatakan ada "satu tindakan keras dan kerusuhan terjadi dekat Burin. Sekitar 150 warga Palestina berkumpul dan melemparkan batu ke tentara IDF (Pasukan Pertahanan Israel), yang menanggapinya dengan tindakan-tindakan balasan yang keras."

Sebelumnya pada hari itu, penduduk dan para aktivis membangun apa yang mereka sebut "perkampungan... Al-Manatir," kata aktivis Abir Kopty kepada AFP.

Menurut Kopty, nama itu berati "pondok batu tradisional Palestina yang dibangun di tanah-tanah pertanian mereka, yang digunakan sebagai pondok bagi penjaga ladang-ladang."

"Burin kehilangan banyak tanahnya untuk pembangunan permukiman di sekitarnya, Har Bracha dan lain-lainnya, dan adalah sasaran serangan terhadap para pemukim dan orang-orang lainnya," katanya.

Dia menyatakan para pemukim melemparkan batu ke penduduk desa dan para aktivis dari jauh ke lokasi sebelum tentara terlibat.

Koresponden itu mengatakan setelah kepergian para warga Palestina itu, salah satu dari bangunan-banguan itu dibawa oleh satu kelompok mereka.

Seorang perwira militer Israel mengancam juru foto AFP Jaafar Ashtye ketika memotret kejadian-kejadian Sabtu itu bahwa ia akan ditangkap di rumahnya Jumat malam.

Seorang juru bicara militer menanggapi satu telepon AFP mengatakan bahwa pernyataan-pernyataan seperti itu tidak layak, dan ia akan menyelidiki tuduhan itu.

Kopty mengatakan kamp itu terletak di tanah desa Burin. Dia juga menyatakana bahwa ada "kegiatan-kegiatan kecil di sini dan di sana, tetapi ini adalah yang besar ketiga " aksi semperti itu.

Pada Januari, para warga Palstina mendirikan 24 tenda di tanah yang disengketakan di pinggiran timur Jerusalem, bernama Bab al-Shams atau Gerbang Matahari, dalam usaha-usaha menarik perhatian internasional pada rencana Israel untuk membangun permukiman di daerah yang dikenala sebagai E1.

Pada bulan itu juga, para aktivis mendirikan kamp empat tenda dan satu bangunan yang sedang dikerjakan untuk mmemprotes niat Israel menyita tanah dekat Beit Iksa barat laut Jersusalem, bernama Bab al-Karama atau "Grbang Martabat."

Kedua kamp itu kemudian disingkirkan oleh militer Israel yang menguasai bagian-bagian Tepi Barat ini.